Sinusitis adalah peradangan pada rongga sinus, yaitu ruang berisi udara di sekitar hidung, pipi, dahi, dan belakang mata. Saat sinus meradang, saluran keluarnya lendir dapat tersumbat sehingga lendir menumpuk. Akibatnya, muncul keluhan seperti hidung tersumbat, pilek kental, nyeri atau tekanan di wajah, sakit kepala, batuk, bau mulut, dan penciuman berkurang.
Sinusitis sering muncul setelah flu, alergi hidung, atau iritasi saluran napas. Sebagian besar sinusitis akut disebabkan oleh infeksi virus dan dapat membaik dengan perawatan suportif. Namun, sinusitis juga bisa disebabkan infeksi bakteri, alergi, polip hidung, kelainan anatomi hidung, atau infeksi gigi tertentu.
Segera cari pertolongan medis bila sinusitis disertai bengkak di sekitar mata, gangguan penglihatan, sakit kepala sangat berat, kaku leher, demam tinggi, bingung, muntah berat, atau nyeri wajah yang makin berat. Pengobatan sinusitis harus disesuaikan dengan penyebabnya. Antibiotik tidak selalu diperlukan dan sebaiknya hanya digunakan atas arahan dokter.
Pengertian Sinusitis
Sinusitis adalah peradangan pada sinus. Sinus adalah rongga kecil berisi udara yang berada di sekitar hidung, pipi, dahi, dan area belakang mata. Sinus menghasilkan lendir untuk membantu melembapkan rongga hidung dan menangkap debu atau kuman.
Dalam kondisi normal, lendir dari sinus mengalir ke rongga hidung. Namun, saat terjadi peradangan, saluran sinus dapat membengkak dan tersumbat. Lendir kemudian menumpuk, menimbulkan rasa penuh, nyeri, tekanan wajah, dan hidung tersumbat.
Sinusitis sering disebut juga rhinosinusitis, karena peradangan sinus biasanya terjadi bersamaan dengan peradangan rongga hidung. Keluhan sinusitis dapat berlangsung singkat, berulang, atau menetap lama.
Cara Sinusitis Terjadi di Dalam Tubuh
Sinus memiliki saluran kecil yang menghubungkannya dengan rongga hidung. Saluran ini berfungsi untuk mengalirkan lendir dan menjaga sinus tetap bersih.
Sinusitis terjadi melalui proses berikut:
- Hidung atau sinus mengalami peradangan
Peradangan dapat dipicu oleh virus flu, alergi, polusi, asap rokok, atau iritasi lain. - Dinding hidung dan sinus membengkak
Pembengkakan membuat saluran sinus menyempit atau tertutup. - Lendir sulit keluar
Lendir yang seharusnya mengalir menjadi tertahan di dalam sinus. - Tekanan dalam sinus meningkat
Penumpukan lendir menyebabkan rasa penuh, berat, nyeri wajah, atau sakit kepala. - Kuman dapat tumbuh lebih mudah
Bila lendir tertahan lama, bakteri dapat berkembang pada sebagian kasus. Inilah yang dapat menyebabkan sinusitis bakteri.
Secara sederhana, sinusitis mirip seperti saluran pembuangan yang tersumbat. Lendir yang seharusnya keluar menjadi terperangkap, lalu menimbulkan tekanan dan peradangan.
Jenis-Jenis Sinusitis
1. Sinusitis akut
Sinusitis akut berlangsung singkat, umumnya kurang dari 4 minggu. Keluhan sering muncul setelah flu atau infeksi saluran napas atas. Sebagian besar kasus disebabkan oleh virus.
2. Sinusitis subakut
Sinusitis subakut berlangsung lebih lama daripada sinusitis akut, biasanya sekitar 4โ12 minggu. Keluhan belum menjadi kronis, tetapi tidak cepat membaik seperti flu biasa.
3. Sinusitis kronis
Sinusitis kronis berlangsung 12 minggu atau lebih. Keluhan dapat menetap atau hilang timbul. Penyebabnya bisa berkaitan dengan alergi, polip hidung, iritasi kronis, kelainan anatomi hidung, infeksi berulang, atau peradangan jangka panjang.
4. Sinusitis berulang
Sinusitis berulang berarti sinusitis akut terjadi beberapa kali dalam setahun. Pasien dapat merasa membaik di antara episode, lalu kambuh lagi. Kondisi ini perlu dievaluasi untuk mencari faktor pencetus, seperti alergi, daya tahan tubuh, polip, atau masalah anatomi hidung.
5. Sinusitis akibat alergi
Alergi hidung atau rhinitis alergi dapat menyebabkan hidung bengkak, bersin, pilek, dan sumbatan yang memicu sinusitis. Pada pasien seperti ini, pengendalian alergi sangat penting.
6. Sinusitis akibat masalah gigi
Infeksi gigi atas, terutama gigi geraham atas, dapat menyebar ke sinus maksilaris di area pipi. Sinusitis jenis ini dapat menyebabkan nyeri pipi satu sisi, bau tidak sedap, atau lendir berbau.
Penyebab Sinusitis
Penyebab sinusitis dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa penyebab yang sering antara lain:
1. Infeksi virus
Infeksi virus seperti flu adalah penyebab tersering sinusitis akut. Gejalanya dapat berupa pilek, hidung tersumbat, bersin, batuk, sakit tenggorokan, dan rasa penuh di wajah.
2. Infeksi bakteri
Sinusitis bakteri dapat terjadi setelah infeksi virus, terutama bila gejala memburuk setelah sempat membaik, berlangsung lama, atau disertai gejala berat. Tidak semua lendir kental atau berwarna berarti pasti bakteri.
3. Alergi hidung
Rhinitis alergi dapat menyebabkan pembengkakan rongga hidung dan menghambat aliran lendir sinus. Alergi sering dipicu debu rumah, tungau, bulu hewan, jamur, atau perubahan cuaca.
4. Polip hidung
Polip adalah pertumbuhan jaringan lunak di dalam hidung atau sinus. Polip dapat menyumbat aliran udara dan lendir, sehingga sinusitis lebih mudah kambuh atau menjadi kronis.
5. Kelainan anatomi hidung
Sekat hidung bengkok, pembesaran konka, atau saluran sinus yang sempit dapat membuat aliran lendir tidak lancar.
6. Iritasi lingkungan
Asap rokok, polusi udara, debu, asap pembakaran, bau kimia, dan udara kering dapat mengiritasi saluran napas dan memperberat sinusitis.
7. Infeksi gigi
Infeksi pada gigi rahang atas dapat memicu sinusitis di sisi yang sama.
8. Daya tahan tubuh menurun
Pasien dengan daya tahan tubuh rendah lebih berisiko mengalami infeksi yang berat, berulang, atau tidak biasa.
9. Refluks asam lambung
Pada sebagian orang, refluks asam dapat memperburuk iritasi saluran napas atas dan berkontribusi pada keluhan hidung atau tenggorokan kronis.
Faktor Risiko Sinusitis
Risiko sinusitis meningkat pada orang dengan:
- Sering flu atau infeksi saluran napas atas.
- Rhinitis alergi.
- Asma.
- Polip hidung.
- Sekat hidung bengkok.
- Paparan asap rokok.
- Paparan polusi atau debu.
- Pekerjaan di lingkungan berdebu atau berasap.
- Tinggal di lingkungan lembap atau berjamur.
- Infeksi gigi yang tidak tertangani.
- Daya tahan tubuh menurun.
- Riwayat sinusitis berulang.
- Sering berenang atau menyelam pada sebagian orang yang sensitif.
- Penggunaan dekongestan hidung semprot terlalu lama.
- Kebiasaan merokok.
Dalam konteks Indonesia, paparan asap rokok di rumah, polusi kendaraan, pembakaran sampah, debu jalan, dan rumah lembap dapat menjadi faktor yang memperberat keluhan hidung dan sinus.
Siapa yang Perlu Diperiksa?
Seseorang perlu diperiksa bila mengalami:
- Hidung tersumbat lebih dari 10 hari.
- Nyeri wajah atau tekanan wajah yang mengganggu.
- Pilek kental yang tidak membaik.
- Demam disertai nyeri wajah.
- Keluhan membaik lalu memburuk lagi.
- Sakit kepala berat.
- Gangguan penciuman yang menetap.
- Sinusitis sering kambuh.
- Batuk malam berulang akibat lendir turun ke tenggorokan.
- Riwayat alergi berat, asma, atau polip hidung.
- Keluhan satu sisi yang menetap, terutama disertai bau busuk.
- Nyeri gigi atas bersamaan dengan nyeri pipi.
- Daya tahan tubuh rendah.
- Ibu hamil, anak kecil, atau lansia dengan gejala berat.
Pemeriksaan bertujuan memastikan apakah keluhan memang sinusitis, mencari penyebabnya, dan menentukan apakah perlu obat khusus atau rujukan ke dokter THT.
Gejala Sinusitis
Gejala sinusitis dapat bervariasi, tetapi yang sering muncul adalah:
- Hidung tersumbat.
- Pilek kental.
- Lendir terasa turun ke tenggorokan.
- Nyeri atau tekanan pada wajah.
- Nyeri di dahi, pipi, belakang mata, atau sekitar hidung.
- Sakit kepala.
- Penciuman berkurang.
- Batuk, terutama malam hari.
- Tenggorokan terasa berlendir.
- Bau mulut.
- Rasa tidak enak di mulut.
- Nyeri gigi atas.
- Telinga terasa penuh.
- Demam.
- Lemas.
- Suara bindeng.
Pada sinusitis akut, gejala sering muncul setelah flu. Pada sinusitis kronis, keluhan dapat lebih samar tetapi berlangsung lama, seperti hidung tersumbat menetap, lendir terus-menerus, penciuman menurun, dan rasa berat di wajah.
Tanda Bahaya: Kapan Harus Segera ke IGD?
Segera ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat bila sinusitis disertai:
- Bengkak atau kemerahan di sekitar mata.
- Kelopak mata sulit dibuka.
- Nyeri mata berat.
- Penglihatan kabur, ganda, atau menurun.
- Mata tampak menonjol.
- Sakit kepala sangat hebat atau berbeda dari biasanya.
- Kaku leher.
- Demam tinggi.
- Muntah hebat.
- Bingung, mengantuk berat, atau penurunan kesadaran.
- Kejang.
- Nyeri wajah berat yang cepat memburuk.
- Lemah satu sisi tubuh atau bicara pelo.
- Sesak napas.
- Pasien dengan daya tahan tubuh sangat rendah.
Tanda-tanda ini perlu diperhatikan karena infeksi sinus yang berat dapat menyebar ke area mata, tulang, atau bahkan ke dalam rongga kepala, meskipun kasus seperti ini tidak sering.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Periksa ke dokter bila:
- Gejala tidak membaik setelah 10 hari.
- Gejala memburuk setelah sempat membaik.
- Demam menetap.
- Nyeri wajah berat.
- Sinusitis sering kambuh.
- Penciuman menurun lama.
- Lendir satu sisi berbau tidak sedap.
- Ada nyeri gigi atas atau riwayat infeksi gigi.
- Keluhan mengganggu tidur dan aktivitas.
- Memiliki asma atau alergi yang tidak terkontrol.
- Sudah mencoba perawatan mandiri tetapi tidak membaik.
- Sedang hamil dan gejala cukup berat.
- Anak tampak lemas, demam tinggi, atau sulit makan/minum.
Dokter akan menilai apakah keluhan masih sesuai infeksi virus, alergi, atau sudah mengarah ke sinusitis bakteri atau sinusitis kronis.
Diagnosis Sinusitis
Diagnosis sinusitis biasanya dimulai dari wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan:
- Sejak kapan gejala muncul.
- Apakah diawali flu.
- Warna dan jumlah lendir.
- Ada tidaknya demam.
- Lokasi nyeri wajah.
- Apakah penciuman berkurang.
- Apakah gejala membaik lalu memburuk kembali.
- Riwayat alergi, asma, polip hidung, atau sinusitis berulang.
- Paparan rokok, polusi, atau debu.
- Riwayat infeksi gigi.
- Obat yang sudah digunakan.
Pemeriksaan fisik dapat meliputi pemeriksaan hidung, tenggorokan, telinga, wajah, gigi, dan paru bila ada batuk. Dokter dapat melihat pembengkakan hidung, lendir kental, nyeri tekan wajah, atau tanda alergi.
Pada kasus tertentu, pemeriksaan tambahan seperti endoskopi hidung, CT scan sinus, tes alergi, atau pemeriksaan gigi dapat diperlukan. Pemeriksaan pencitraan tidak selalu diperlukan pada sinusitis akut ringan, tetapi dapat dipertimbangkan pada sinusitis kronis, berulang, komplikasi, atau bila diagnosis belum jelas.
Arti Pemeriksaan Sinusitis Secara Sederhana
|
Pemeriksaan |
Kegunaan |
|---|---|
|
Wawancara medis |
Menilai lama gejala, pola keluhan, pencetus, kemungkinan virus, alergi, bakteri, atau sinusitis kronis. |
|
Pemeriksaan hidung |
Melihat pembengkakan, lendir, tanda alergi, polip, atau sumbatan. |
|
Pemeriksaan tenggorokan |
Menilai lendir yang turun ke belakang tenggorokan dan iritasi akibat postnasal drip. |
|
Pemeriksaan telinga |
Menilai rasa penuh telinga atau gangguan saluran napas atas yang menyertai. |
|
Pemeriksaan wajah |
Menilai nyeri tekan di pipi, dahi, atau sekitar hidung. |
|
Pemeriksaan gigi |
Dipertimbangkan bila nyeri pipi satu sisi atau dicurigai infeksi gigi. |
|
Endoskopi hidung |
Melihat bagian dalam hidung dan area sinus lebih jelas dengan alat kecil berkamera. |
|
CT scan sinus |
Membantu melihat sinus secara detail pada kasus kronis, berulang, berat, atau sebelum tindakan tertentu. |
|
Tes alergi |
Membantu mencari pencetus bila sinusitis berkaitan dengan alergi. |
|
Kultur lendir |
Jarang diperlukan, tetapi dapat membantu pada infeksi berat, berulang, atau tidak membaik dengan terapi. |
Pengobatan Sinusitis
Pengobatan sinusitis bergantung pada penyebab, lama gejala, beratnya keluhan, dan ada tidaknya komplikasi. Tidak semua sinusitis membutuhkan antibiotik.
1. Perawatan suportif
Pada sinusitis akibat virus atau flu, terapi suportif sering cukup. Perawatan dapat mencakup istirahat, cairan cukup, uap hangat bila nyaman, irigasi hidung dengan cairan saline, dan obat pereda nyeri sesuai kebutuhan.
2. Irigasi hidung dengan saline
Irigasi hidung menggunakan cairan garam steril atau saline dapat membantu membersihkan lendir dan mengurangi sumbatan. Pastikan menggunakan air matang yang sudah dingin, air steril, atau cairan saline siap pakai. Jangan menggunakan air mentah untuk membilas hidung.
3. Obat pereda nyeri dan demam
Obat pereda nyeri dapat membantu mengurangi nyeri wajah, sakit kepala, atau demam. Penggunaan obat tetap harus memperhatikan usia, kehamilan, riwayat penyakit lambung, ginjal, hati, asma, atau obat lain yang sedang dikonsumsi.
4. Semprot hidung kortikosteroid
Semprot hidung kortikosteroid dapat membantu mengurangi peradangan, terutama bila sinusitis berkaitan dengan alergi atau polip hidung. Penggunaan obat ini sebaiknya sesuai arahan dokter, terutama pada anak, ibu hamil, atau penggunaan jangka panjang.
5. Antihistamin
Antihistamin dapat membantu bila keluhan berkaitan dengan alergi, seperti bersin, hidung gatal, mata gatal, dan pilek bening. Namun, tidak semua sinusitis memerlukan antihistamin.
6. Dekongestan
Dekongestan dapat membantu mengurangi hidung tersumbat sementara. Namun, semprot hidung dekongestan tidak boleh digunakan terlalu lama karena dapat menyebabkan hidung makin tersumbat setelah obat dihentikan. Gunakan sesuai arahan dokter atau petunjuk tenaga kesehatan.
7. Antibiotik
Antibiotik hanya diperlukan bila dokter mencurigai sinusitis bakteri atau ada kondisi tertentu. Antibiotik tidak bermanfaat untuk sinusitis akibat virus. Penggunaan antibiotik sembarangan dapat menyebabkan efek samping dan resistensi antibiotik.
8. Pengobatan alergi
Jika sinusitis dipicu alergi, pengendalian alergi sangat penting. Ini dapat mencakup menghindari pencetus, obat alergi, semprot hidung, atau evaluasi alergi lebih lanjut.
9. Tindakan THT
Pada sinusitis kronis, polip hidung, kelainan anatomi, atau sumbatan yang tidak membaik dengan obat, dokter THT dapat mempertimbangkan tindakan tertentu. Keputusan tindakan bergantung pada pemeriksaan dan hasil pencitraan.
Perawatan di Rumah atau Perubahan Gaya Hidup
Langkah yang dapat membantu meredakan keluhan dan mencegah kekambuhan:
- Minum cukup air.
- Istirahat cukup.
- Gunakan irigasi hidung saline bila sesuai.
- Hirup uap hangat bila terasa membantu, tetapi hindari uap terlalu panas.
- Kompres hangat pada area wajah yang nyeri.
- Tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi.
- Hindari asap rokok.
- Hindari pembakaran sampah dan polusi bila memungkinkan.
- Bersihkan debu rumah secara rutin.
- Cuci sprei dan sarung bantal secara berkala.
- Jaga ventilasi rumah.
- Atasi alergi hidung bila ada.
- Periksa gigi bila ada nyeri gigi atau bau tidak sedap satu sisi.
- Gunakan masker saat berada di area berdebu.
Perawatan rumah dapat membantu gejala ringan, tetapi tidak boleh menggantikan pemeriksaan bila ada tanda bahaya atau gejala berat.
Hal yang Tidak Dianjurkan
Hindari hal-hal berikut:
- Mengonsumsi antibiotik tanpa resep.
- Menggunakan semprot hidung dekongestan terlalu lama.
- Membilas hidung dengan air mentah.
- Menghirup uap yang terlalu panas hingga berisiko luka bakar.
- Merokok atau terpapar asap rokok.
- Mengabaikan nyeri wajah berat disertai demam.
- Menganggap semua pilek kental pasti butuh antibiotik.
- Menunda periksa bila ada bengkak sekitar mata.
- Mengorek hidung terlalu keras.
- Menggunakan obat flu kombinasi sembarangan pada anak.
- Menggunakan obat dewasa untuk anak tanpa arahan dokter.
- Mengabaikan infeksi gigi yang mungkin menjadi sumber sinusitis.
Kondisi Khusus
Sinusitis pada Anak
Pada anak, sinusitis dapat muncul setelah flu yang tidak membaik. Gejalanya bisa berupa hidung tersumbat lama, pilek kental, batuk malam, demam, rewel, napas berbau, atau nafsu makan menurun.
Anak perlu diperiksa bila demam tinggi, tampak lemas, sulit makan atau minum, gejala lebih dari 10 hari, keluhan memburuk setelah sempat membaik, atau ada bengkak di sekitar mata. Obat flu, dekongestan, antibiotik, dan semprot hidung pada anak harus digunakan hati-hati sesuai arahan dokter.
Sinusitis pada Ibu Hamil
Ibu hamil dapat mengalami hidung tersumbat karena perubahan hormon, alergi, atau infeksi. Namun, penggunaan obat selama hamil harus lebih hati-hati. Bila sinusitis berat, demam, nyeri wajah, atau tidak membaik, sebaiknya periksa ke dokter.
Antibiotik, antihistamin, dekongestan, dan semprot hidung pada ibu hamil harus digunakan sesuai arahan dokter.
Sinusitis pada Lansia
Pada lansia, sinusitis dapat lebih mudah disertai komplikasi bila ada diabetes, gangguan imun, atau penyakit kronis. Gejala juga bisa tidak khas. Lansia yang mengalami demam, lemas berat, bingung, nyeri wajah berat, atau gangguan penglihatan perlu segera diperiksa.
Sinusitis dan Asma
Sinusitis dan rhinitis alergi dapat memperburuk asma. Lendir yang turun ke tenggorokan dapat memicu batuk malam. Mengontrol alergi hidung dan sinus dapat membantu mengurangi gejala saluran napas bawah pada sebagian pasien.
Sinusitis dan Penyakit Gigi
Infeksi gigi rahang atas dapat menyebabkan sinusitis satu sisi. Bila sinusitis disertai nyeri gigi, bau tidak sedap, atau lendir berbau dari satu sisi hidung, pemeriksaan gigi dan THT dapat diperlukan.
Komplikasi Sinusitis
Sebagian besar sinusitis membaik tanpa komplikasi. Namun, komplikasi dapat terjadi, terutama pada infeksi berat atau terlambat ditangani.
Komplikasi yang mungkin terjadi:
- Sinusitis kronis.
- Sinusitis berulang.
- Infeksi menyebar ke jaringan sekitar mata.
- Abses sekitar mata.
- Gangguan penglihatan.
- Infeksi tulang di sekitar sinus.
- Infeksi menyebar ke selaput otak.
- Infeksi otak atau abses otak.
- Perburukan asma.
- Gangguan tidur akibat hidung tersumbat dan batuk malam.
- Penurunan kualitas hidup karena nyeri dan sumbatan kronis.
Komplikasi serius memang tidak sering, tetapi tanda bahaya seperti bengkak mata, gangguan penglihatan, sakit kepala berat, kaku leher, atau penurunan kesadaran harus segera ditangani.
Pencegahan Sinusitis
Sinusitis tidak selalu dapat dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan:
- Cuci tangan secara rutin.
- Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang flu berat bila memungkinkan.
- Hindari asap rokok.
- Gunakan masker di area berdebu atau berpolusi.
- Jaga kebersihan rumah dari debu dan jamur.
- Atasi alergi hidung dengan baik.
- Minum cukup air.
- Jaga kelembapan udara bila lingkungan terlalu kering.
- Jangan terlalu sering menggunakan semprot hidung dekongestan.
- Obati infeksi gigi.
- Istirahat cukup.
- Jaga daya tahan tubuh dengan pola makan seimbang.
- Kontrol asma atau alergi yang menyertai.
- Periksa bila pilek lama tidak membaik atau sering kambuh.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pasien
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Menganggap semua pilek kental pasti infeksi bakteri.
- Meminta antibiotik setiap kali sinusitis.
- Menggunakan semprot hidung dekongestan terlalu lama.
- Membilas hidung dengan air mentah.
- Mengabaikan alergi yang menjadi pencetus.
- Tidak memeriksa gigi padahal sinusitis satu sisi dan berbau.
- Merokok atau tetap terpapar asap rokok.
- Mengabaikan bengkak sekitar mata.
- Tidak kontrol bila sinusitis sering kambuh.
- Menggunakan obat flu dewasa untuk anak.
- Menghentikan obat dokter terlalu cepat.
- Tidak membedakan flu biasa, alergi, dan sinusitis.
Mitos dan Fakta Sinusitis
|
Mitos |
Fakta |
|---|---|
|
Semua sinusitis harus minum antibiotik. |
Sebagian besar sinusitis akut disebabkan virus dan tidak memerlukan antibiotik. |
|
Lendir hijau pasti bakteri. |
Warna lendir saja tidak cukup untuk memastikan infeksi bakteri. Lama gejala, berat gejala, dan pemeriksaan dokter lebih penting. |
|
Sinusitis pasti menyebabkan sakit kepala berat. |
Banyak sinusitis menyebabkan tekanan wajah, tetapi sakit kepala berat mendadak perlu diwaspadai sebagai tanda bahaya. |
|
Sinusitis tidak berbahaya sama sekali. |
Sebagian besar ringan, tetapi infeksi berat dapat menyebar ke mata atau otak walaupun jarang. |
|
Cuci hidung boleh pakai air keran mentah. |
Irigasi hidung sebaiknya memakai saline steril, air matang yang sudah dingin, atau air steril. |
|
Semprot hidung boleh dipakai terus-menerus. |
Beberapa semprot hidung, terutama dekongestan, tidak boleh digunakan terlalu lama karena dapat memperparah sumbatan. |
|
Sinusitis hanya karena udara dingin. |
Sinusitis dapat dipicu virus, alergi, polip, iritasi, infeksi gigi, atau kelainan anatomi. |
|
Operasi selalu diperlukan pada sinusitis kronis. |
Tidak selalu. Banyak kasus ditangani dengan obat dan pengendalian pencetus. Tindakan dipertimbangkan pada kasus tertentu. |
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Sinusitis
1. Apakah sinusitis menular?
Sinusitisnya sendiri tidak selalu menular. Namun, infeksi virus seperti flu yang memicu sinusitis dapat menular. Karena itu, cuci tangan dan etika batuk tetap penting.
2. Apa beda sinusitis dan flu biasa?
Flu biasa biasanya membaik dalam beberapa hari. Sinusitis dicurigai bila hidung tersumbat, pilek kental, nyeri wajah, atau batuk berlangsung lebih lama, memburuk setelah sempat membaik, atau disertai nyeri wajah yang jelas.
3. Apakah sinusitis harus minum antibiotik?
Tidak selalu. Banyak sinusitis akut disebabkan virus, sehingga antibiotik tidak diperlukan. Antibiotik hanya diberikan bila dokter mencurigai infeksi bakteri atau ada kondisi tertentu.
4. Apakah lendir hijau berarti harus antibiotik?
Belum tentu. Lendir hijau atau kuning dapat muncul pada infeksi virus maupun bakteri. Keputusan antibiotik tidak berdasarkan warna lendir saja.
5. Apakah sinusitis bisa menyebabkan sakit kepala?
Ya, sinusitis dapat menyebabkan rasa berat atau nyeri di wajah dan kepala. Namun, sakit kepala sangat hebat, mendadak, disertai kaku leher, muntah, gangguan penglihatan, atau penurunan kesadaran harus segera diperiksa.
6. Apakah cuci hidung aman?
Cuci hidung dengan saline umumnya aman bila dilakukan dengan cara bersih dan cairan yang tepat. Gunakan saline steril, air steril, atau air matang yang sudah dingin. Jangan memakai air mentah.
7. Mengapa sinusitis sering kambuh?
Sinusitis dapat sering kambuh bila ada alergi yang tidak terkontrol, polip hidung, sekat hidung bengkok, paparan rokok, lingkungan berdebu, infeksi gigi, atau daya tahan tubuh menurun.
8. Apakah sinusitis bisa sembuh total?
Sinusitis akut sering dapat sembuh. Sinusitis kronis dapat dikendalikan, tetapi pada sebagian orang bisa kambuh bila pencetus tidak diatasi.
9. Kapan sinusitis perlu ke dokter THT?
Pertimbangkan ke dokter THT bila sinusitis berlangsung lama, sering kambuh, tidak membaik dengan terapi, dicurigai polip, ada gangguan penciuman menetap, keluhan satu sisi berbau, atau ada komplikasi.
10. Apakah sinusitis bisa berasal dari gigi?
Ya. Infeksi gigi rahang atas dapat menyebabkan sinusitis, terutama di sinus pipi satu sisi. Keluhan dapat berupa nyeri pipi, nyeri gigi atas, lendir berbau, atau bau mulut.
Referensi Medis Tepercaya
- Mayo Clinic. Chronic sinusitis: Symptoms and causes.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-sinusitis/symptoms-causes/syc-20351661 - Mayo Clinic. Acute sinusitis: Symptoms and causes.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-sinusitis/symptoms-causes/syc-20351671 - Mayo Clinic. Acute sinusitis: Diagnosis and treatment.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-sinusitis/diagnosis-treatment/drc-20351677 - NHS. Sinusitis.
https://www.nhs.uk/conditions/sinusitis-sinus-infection/ - Cleveland Clinic. Sinus Infection / Sinusitis.
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17701-sinusitis - MedlinePlus. Sinusitis.
https://medlineplus.gov/sinusitis.html - CDC. Sinus Infection / Sinusitis.
https://www.cdc.gov/antibiotic-use/sinus-infection.html - American Academy of OtolaryngologyโHead and Neck Surgery Foundation. Adult Sinusitis Clinical Practice Guideline.
https://www.entnet.org/quality-practice/quality-products/clinical-practice-guidelines/adult-sinusitis/
Ditulis oleh:
Tim Redaksi WebDokter
Ditinjau oleh:
dr. Willi Fragcana Putra
Terakhir diperbarui:
2 April 2026
Catatan Medis:
Artikel ini bertujuan untuk edukasi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Pemeriksaan, diagnosis, dan pengobatan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Jika Anda mengalami gejala berat, kondisi memburuk, atau tanda bahaya seperti sesak napas, penurunan kesadaran, nyeri dada berat, perdarahan, kejang, lemas berat, atau tanda kegawatan lain, segera cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

